Sejarah Bisbol Jepang

Baseball adalah olahraga paling populer di Jepang, dan telah ada di Jepang sejak Jepang membuka negaranya di akhir abad 19. Olahraga ini selamat dari kekacauan sebelum dan setelah Perang Dunia II dan tetap populer hingga saat ini. Baseball bukan hanya olahraga untuk banyak orang Jepang, tetapi juga menjadi simbol kehebatan dan kebugaran fisik orang Jepang.

Pengenalan Baseball

Baseball diperkenalkan ke Jepang pada 1870-an. Ia diperkenalkan oleh Horace Wilson, seorang profesor AS yang mengajar di universitas di Jepang. Karena itu, baseball Jepang pertama kali populer sebagai olahraga universitas, semakin kuat dan berkembang di awal abad 20, seperti American Football (rugby) lakukan selama periode yang sama di Amerika Serikat.

Kompetisi Amerika-Jepang

Antara tahun 1910 dan 1935, Amerika Serikat mengirimkan tim ke Jepang untuk bermain game selama musim off. Hal ini lebih menginspirasi antusiasme dari Jepang. Nasionalisme Jepang meningkat pada waktu yang sama dan bisbol adalah sesuatu yang mereka anggap sebagai sumber kebanggaan nasional, meskipun tim AS mengalahkan tim Jepang dengan margin lebar.

Liga Utama Jepang (JML)

Liga utama Jepang muncul pada tahun 1936 dan sejumlah fluktuasi tim terjadi sampai 1944, ketika ada kekosongan karena Perang Dunia II. Liga utama adalah kembali bergulir pada tahun 1945, dan pada tahun 1950, liga ini diselenggarakan dalam dua liga dengan enam-tim: liga Central dan Pasifik. Praktek perusahaan yang memiliki tim bisbol sendiri juga muncul pada saat itu. Daripada tim yang berafiliasi dengan kotanya seperti di Amerika Serikat dan Kanada, tim bisbol Jepang berafiliasi dengan perusahaan.

Munculnya Bintang

Pada era pascaperang, beberapa tim dan pemain bintang masuk dalam sadar nasional Jepang. The Giants Yomuri menjadi "Tim Jepang," dengan basis penggemar yang besar terlepas dari apakah mereka menang atau kalah seperti Boston Red Sox. Namun, tidak seperti Red Sox, Giants memiliki performa yang baik di tahun-tahun sesudah perang, memenangkan Seri Jepang 15 kali dalam 24 tahun pertama (1950-1974).

Bintang individu juga bermunculan selama periode ini, diantaranya Tetsuharu Kawakami dan Shigeo Nagashima. Kedua orang ini bermain untuk Giants dan tetap populer sampai saat ini, meskipun keduanya tidak terlibat dalam bisbol selama lebih dari 30 tahun.

Pemain Asing

Pemain asing telah bermain bisbol Jepang sejak akhir Perang Dunia II, tetapi mereka tidak pernah menerima penghargaan atau mencapai penghargaan nasional seperti pemain Jepang lakukan. Memang, beberapa tim telah dikenal untuk bermain selama satu musim tanpa satupun pemain asing sebagai upaya meningkatkan hubungan masyarakat yang sering berhasil. Orang asing biasanya dibebaskan dari metode pelatihan Jepang, yang menekankan gerakan berulang.


Tags:
Kami di Facebook :
Bagikan ke teman :

Produk yang mirip
UCL: Real Madrid Lolos Ke Semifinal

Mitraolahraga – Real Madrid lolos ke semi-final Liga Champions usai menyingkirkan Galatasaray...

Blazers Benamkan Timberwolves

Mitraolahraga – Portland Blazers menggilas Minnesota Timberwolves pada pertandingan lanjutan ...

Tips Membeli Perlengkapan Futsal

Klub futsal dan liganya adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan pengalaman dalam sebuah tim olahrag...

UEL: Newcastle 1 - 1 Benfica

Mitraolahraga – Newcastle United gagal memaksimalkan peluang mengejar ketertinggalan saat men...

Italian Open: Si Cantik Mengundurkan Diri

Mitraolahraga – Petenis cantik asal Rusia, Maria Sharapova tidak dapat melanjutkan pertanding...

ISL: Persiba 1-0 Barito

Mitraolahraga – Persiba Balikpapan sukses memetik kemenangan dengan skor tipis 1-0 atas Bari...